Tampilkan postingan dengan label telco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telco. Tampilkan semua postingan

Data Bergerak akan Lampaui Trafik Suara pada 2011

JAKARTA - Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan yang mengakses Internet dan meng-unduh data melalui peranti bergerak, pertumbuhan trafik data bergerak (mobile data) naik dua kali lipat setiap tahun.

Bahkan Nokia Siemens Networks memperkirakan bahwa dengan tingkat pertumbuhan saat ini, pada 2011 data bergerak akan melampaui trafik suara dan tumbuh secara eksponensial hingga 2013.

Dalam memenuhi kebutuhan trafik data yang tumbuh pesat ini Nokia Siemens Networks telah berhasil mencapai tonggak bersejarah dengan melayani 500 juta pengguna data bergerak, setara dengan sekitar 40 persen trafik data bergerak di seluruh dunia saat ini.

Faktor pendorong yang membuat Nokia Siemens Networks dapat menempati posisi terdepan adalah beragam solusi inti paket (packet core) yang memungkinkan para operator menangani pelanggan layanan bergerak dalam jumlah besar.

Solusi ini dipadukan dengan inovasi teknik seperti Direct Tunnel, yang menyediakan arsitektur konektivitas "flat" yang lebih sederhana bagi operator. Solusi ini membuat peningkatan kapasitas seiring pertumbuhan trafik menjadi lebih mudah dan, yang lebih penting lagi, secara komersial menguntungkan.

"Sejak awal kami menyadari bahwa untuk membantu operator sukses dalam bisnis mereka, kami harus inovatif," kata head of Converged Core Nokia Siemens Networks Jürgen Walter, melalui keterangan resminya, Rabu (29/7/2009).

"Meskipun kami melihat trafik data meningkat pesat, tidak demikian halnya dengan pendapatan operator. Hal ini berarti fokusnya pada menurunkan biaya pengiriman data. Kami telah merintis teknologi Direct Tunnel untuk menyediakan by-pass konektivitas untuk volume data yang sangat besar sehingga kami dapat memberikan nilai yang signifikan bagi para pelanggan kami," tambahnya.

Direct Tunnel mengantarkan pada arsitektur yang sepenuhnya "flat", yang merupakan arsitektur target untuk Evolved Packet Core (EPC) dan Long Term Evolution (LTE).
manyoen-26

Menkominfo Optimis Harga Internet Bakal Turun


JAKARTA - Harga tender Broadband Wireless Access (BWA) yang melambung hampir sekira sembilan kali lipat dinilai banyak pihak takkan mempengaruhi harga akses internet di Indonesia. Bahkan banyak kalangan memprediksi harga akses internet akan ikut naik seiring kenaikan harga tender BWA yang dimenangi 21 perusahaan.

Tapi berbeda dengan pendapat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh yang justru optimis bahwa harga internet di Indonesia akan turun.

"Saya yakin harganya bisa turun, tapi berapa persen saya tidak bisa menyebutkannya, saya yakin itu," ujar Nuh kepada wartawan usai pengumuman rangkaian acara INAICTA 2009, di gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (23/7/2009).

Menurut Nuh, keyakinannya selain didasarkan pada feeling juga karena realitas yang akan tumbuh ke depannya. pertumbuhan pengguna internet nantinya akan bertambah, tentunya membuat harga internet bisa berkurang karena jumlah pemakai semakin bertambah. "Internet dipakai sepuluh orang dengan dua puluh orang tentunya harganya berbeda," kata Nuh.

Selain itu, Nuh melihat kompetisi yang ada saat ini terjadi di industri juga sudah mulai baik sehingga setiap perusahaan akan berlomba-lomba untuk menghadirkan layanan murah dan kualitas layanan yang baik.

Berdasarkan catatan, saat ini harga akses internet sebesar 1 Mbps per bulan ditawarkan sekitar 750 ribu rupiah per bulan.

Pekan lalu, pemerintah telah mengumumkan pemenang tender BWA yang diperkirakan akan menyumbang dana segar mencapai 877,28 miliar rupiah dari pemenang guna mendapatkan lisensi.

Ke 21 pemenang tersebut antara lain, PT. Telkom, PT. Power Telecom, PT Jasnikom Gemanusa, PT Indosat, PT Internet Madju Abad Milenindo, PT Indosat Mega Media, PT Sejahtera Globalindo, PT Internux, PT Centrin Online, PT Global Komunika Dewata, PT First Media, PT Bakrie Telecom, PT Jasnita Telekomindo, PT MSH Niaga Telecom Indonesia, PT Berca Hardayaperkasa, Konsorsium Moratelindo Teleglobal, dan PT Rahajasa Media Internet atas nama Konsorsium Wimax Indonesia.

Pemerintah akan mengevaluasi lisensi yang dikantongi pemenang tender setiap tahunnya berdasarkan pembangunan jaringan. Untuk zona Banten dan Jabotabek, pada tahun pertama jaringan harus dibangun 20 persen dari area yang akan dilayani, tahun kedua (30%), tahun ketiga (45%), tahun keempat (60%), tahun kelima (80%), dan tahun keenam (100%)

IM2 Siap Ditinggal Pelanggan

Jakarta - Kebijakan terbaru Indosat Mega Media (IM2) mulai menuai banyak kritik dari pelanggannya. Meski demikian, anak usaha Indosat ini tetap akan mempersingkat masa tenggang layanan internet prabayarnya, walau sepenuhnya sadar risiko kehilangan pelanggan semakin besar.

Marketing Manager IM2 Arya Hendradi mengakui pihaknya sudah memikirkan dampak dari pengurangan masa tenggang yang sebelumnya 180 hari menjadi 90 hari. Menurutnya, ini risiko yang diambil perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran.

"Pasti ada yang tidak suka dengan kebijakan baru kami, dan kami sadar risiko ditinggal pelanggan tetap ada. Itu risiko terburuk, harus siap. Tapi kami harap pelanggan mengerti, yang kami kurangi hanya periode masa tenggang, bukan masa aktif tetap dan harga tetap sama. Ini hanya masalah strategi marketing saja," jelasnya di kantor pusat IM2 di Kebagusan, Jakarta, Kamis (23/7/2009).

IM2 sendiri memiliki 340 ribu pelanggan secara nasional, di mana 300 ribu di antaranya merupakan pelanggan prabayar. Jelas, dampak dari kebijakan pengurangan masa tenggang yang berlaku mulai 1 Agustus 2009 untuk paket Broom Unlimited dan Broom Xtra langsung menuai banyak kritik dari pelanggan prabayarnya.

Sebelum kritik dilayangkan, IM2 sendiri telah terbiasa kehilangan banyak pelanggan. Meski setiap harinya bisa meraih seribu aktivasi pelanggan, namun angka churn rate atau kartu hangus yang diderita IM2 juga terbilang lumayan.

Kata Wahyu Tri Adiyasa, Product Development Assistant Manager IM2, churn rate pelanggannya tiap bulan mencapai 2,6%. "Itu artinya kami tiap bulan kehilangan 7000 pelanggan. Namun, di bulan itu juga kami mendapat pelanggan baru sebanyak 31.000," ungkapnya.

IM2 sendiri hingga akhir tahun menargetkan jumlah pelanggannya bisa menyentuh angka 500 ribu. Dengan demikian, perusahaan yang mengantungi lisensi pita lebar di 3,3 GHz dan 2,3 GHz ini hanya perlu mencari 160 ribu pelanggan lagi. Itu pun kalau pelanggan eksistingnya tidak keburu kabur. (
technology news © 2008 Template by:
faris vio